Aku pikir ini adalah tulisan terakhirku dibulan ini, yah tulisan terakhir yang tercipta dari hati yang ditulis dengan sangat hati-hati. Aku tak tau kenapa aku merasa agak melankoli malam ini, ku coba mengelilingi kota Jogja dengan harapan semua ini tidak semakin lahapnya menggerogoti jiwa. Aku melihat lampu-lampu kerucut dan arus Jogja dengan warna baru seolah-olah semuanya diterjemahkan sebagai satu kombinasi. Mengajakku untuk menatap semua sebagai wajah baru, semuanya terasa mesra tapi kosong seolah-olah aku merasa diriku yang lepas walaupun bayangan-bayangan yang ada menjadi puitis sekali di jalan-jalan. 'Ntahlah aku sangat membutuhkan teman bicara akhir-akhir ini. Menulispun rasanya capek luar biasa, atau mungkin aku sedang muak dan sudah tidak punya inspirasi apa-apa lagi. Sejujurnya sampai saat ini perasaan kecewa yang amat kuat menguasaiku, aku ingin memberikan satu rasa semangat pada diri sendiri tapi rupanya aku terlambat.
Waktu cepat berlalu, aku benar-benar merindukan masa dimana sahabat-sahabatku biasa bercanda, marah, tertawa bersama. Tapi rupanya mereka semua telah pergi. Biarlah.. lebih baik aku terasing, rasanya akan lebih menemukan makna atas hidup yang telah digariskan Yang Maha Hidup. Terima kasih buat kalian yang pernah baik padaku. Terima kasih juga telah menyarankan agar tidak menyerah pada kekecewaan. Akan selalu kutanam, KALAU HANYA MENUNGGU NASIB KITA TIDAK AKAN PERNAH TAHU KESEMPATAN APA YANG KITA MILIKI DALAM DUNIA INI--INNALLAAHA LAA YUGHAYYIRU MAA BIQAUMIN HATTAA YUGGHAYYIRU MAA BI'ANFUSIHIM (Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sebelum dia merubah nasibnya sendiri). Dan akhirnya semua akan tiba pada hari yang biasa…
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Selamat datang, selamat bergabung lek blog sederhane niki. Blog niki tiang peruntukkan untuk selapuk pade batur-batur sak demen buka internet, macem-macem topik leman macem-macem sumber tiang rencanaang terbit lek blog niki. Silak te betukar pemikiran, aden sak bermanfaat aden sak bau menghibur aden sak solah jarin, terakhir dengan ucapan "Bismillahirrahmanirrahim" ngiring nikmati blog niki. Salam hangat..
Tampilkan postingan dengan label Ngalur Ngidul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ngalur Ngidul. Tampilkan semua postingan
Kamis, 30 September 2010
Rabu, 28 Juli 2010
TENTANG KITA MENJELANG RAMADHAN
Telah kuterima satu keputusan (penting dalam hidupku), semalam telah dikirimkannya untukku melalui beberapa SMS, maaf jika aku tidak sempat membalasnya dikarenakan kondisi yang mengkondisikan--dan kujamin 100% itu bukan ku sengaja. Beberapa menit berselang, SMS itu masuk ke inboxku dan meminta agar aku tidak memfollow up apapun darinya. Baiklah sahabat.. jika itu pintamu, aku tidak berhak memaksa. Semoga keputusanmu adalah kebaikanmu.
Hari ini Lombok masih ramah seperti biasanya dan aku baru punya kekuatan lagi untuk menulis kembali (semalam aku merasa tak enak badan dan lelah sekali, otakku pun sepertinya tak berfungsi) untuk menulis apa-apa yang tersisa dari persahabatan ini.
Rencana kembali ke Yogya minggu depan telah kuurungkan, mungkin akan kembali setelah idul fitri nanti sekaligus akan kuselesaikan beberapa urusanku di pulau Sumatera, semua harus tuntas.
Beberapa alasan aku bertahan di pulau pedas ini lebih karena aku masih ingin menata diri, melihat kembali, berintrospeksi.. mungkin pada saatnya nanti aku masih bisa temukan jawabannya, akukah? kamukah? apakah? penyebab semua ini. Aku tidak bisa menuliskan apa-apa lagi dari kita yang tersisa, karena apapun tak akan bisa merubah suasana. Oya agar tak sia-sia, 15 hari menjelang Ramadhan ini.. rasanya indah ketika diawali dengan maaf, indah disaat do'a bersama menjadi menu pembuka bersama--Ampure ageng sinampure--tiang banyak dosa, tolong dibantu do'a agar diampuni Allah SWT sang Raja alam semesta. Mohon ma'af lahir dan bathin..
BELUM ADA JUDUL
Pernah kita sama-sama susah
Terperangkap didingin malam
Terjerumus dalam lubang jalanan
Digilas kaki sang waktu yang sombong
Terjerat mimpi yang indah.., Lelah
Pernah kita sama-sama rasakan
Panasnya mentari hanguskan hati
Sampai saat kita nyaris tak percaya
Bahwa roda nasib berputar
Sahabat masih ingatkah kau
Sementara hari terus berganti
Engkau pergi dengan dendam membara.. dihati
Cukup lama aku jalan sendiri
Tanpa teman yang sanggup mengerti
Hingga saat kita jumpa hari ini
Tajamnya matamu tikam jiwaku
Kau tampar bangkitkan aku, sahabat
Seperti itu kau sering tuliskan sajak untukku, seperti itu pula aku kirimkan sebuah lagu untukmu, sahabat.
Aku ingin persahabatan ini tanpa akhir--mari kita sama-sama introspeksi diri agar tak sia-sia hidup kita, sahabat.
With Love,
--Rinjani--
Hari ini Lombok masih ramah seperti biasanya dan aku baru punya kekuatan lagi untuk menulis kembali (semalam aku merasa tak enak badan dan lelah sekali, otakku pun sepertinya tak berfungsi) untuk menulis apa-apa yang tersisa dari persahabatan ini.
Rencana kembali ke Yogya minggu depan telah kuurungkan, mungkin akan kembali setelah idul fitri nanti sekaligus akan kuselesaikan beberapa urusanku di pulau Sumatera, semua harus tuntas.
Beberapa alasan aku bertahan di pulau pedas ini lebih karena aku masih ingin menata diri, melihat kembali, berintrospeksi.. mungkin pada saatnya nanti aku masih bisa temukan jawabannya, akukah? kamukah? apakah? penyebab semua ini. Aku tidak bisa menuliskan apa-apa lagi dari kita yang tersisa, karena apapun tak akan bisa merubah suasana. Oya agar tak sia-sia, 15 hari menjelang Ramadhan ini.. rasanya indah ketika diawali dengan maaf, indah disaat do'a bersama menjadi menu pembuka bersama--Ampure ageng sinampure--tiang banyak dosa, tolong dibantu do'a agar diampuni Allah SWT sang Raja alam semesta. Mohon ma'af lahir dan bathin..
BELUM ADA JUDUL
Pernah kita sama-sama susah
Terperangkap didingin malam
Terjerumus dalam lubang jalanan
Digilas kaki sang waktu yang sombong
Terjerat mimpi yang indah.., Lelah
Pernah kita sama-sama rasakan
Panasnya mentari hanguskan hati
Sampai saat kita nyaris tak percaya
Bahwa roda nasib berputar
Sahabat masih ingatkah kau
Sementara hari terus berganti
Engkau pergi dengan dendam membara.. dihati
Cukup lama aku jalan sendiri
Tanpa teman yang sanggup mengerti
Hingga saat kita jumpa hari ini
Tajamnya matamu tikam jiwaku
Kau tampar bangkitkan aku, sahabat
Seperti itu kau sering tuliskan sajak untukku, seperti itu pula aku kirimkan sebuah lagu untukmu, sahabat.
Aku ingin persahabatan ini tanpa akhir--mari kita sama-sama introspeksi diri agar tak sia-sia hidup kita, sahabat.
With Love,
--Rinjani--
Senin, 26 Juli 2010
PADA SUATU MASA
Ketika aku memutuskan untuk tidak akan mengingat-ingat yang sudah lewat, ku tata kembali, ku relokasikan pikiranku agar semua tidak berlaku pada semua, artinya apapun itu dimasa manapun jika akan membawa suatu kebaikan kuputuskan lagi akan terus ku ingat-ingat agar bisa kuperbaiki (kata teman2ku aku orangnya plin-plan dan tak kusalahkan mereka atas ucapannya, mungkin iya). Sekitar tahun 2006 dimana aku hidup dalam sebuah kedamaian (sungguh luar biasa masa itu bagiku, aku selalu merasa berada disamping sang khaliq—aku merasa sang khaliq selalu disampingku mendampingiku, dan meninggalkan masa itu bagai makan buah simalakama bagiku saat itu—dituruti ibu yang mati tak dituruti bapak yang mati), sesulit apapun pilihannya namun telah kupilih jalan ini hingga akhirnya seperti ini, mencintai orang yang sangat berarti dalam hidup membuat kita bisa melakoni apa saja yang ingin didramakan orang yang kita cintai. Kembali pada sebuah kedamaian yang menjadi fokus utama ngalur ngidulku kali ini, siapapun pasti akan mengatakan dekat dengan sang khaliq adalah suatu kedamaian, meninggalkan sang khaliq adalah suatu kebodohan yang teramat bodoh untuk seorang hamba seperti aku. Pada suatu masa seorang sahabat menyodorkan pilihannya: “tidak apa-apa ukhti, posisi kita sama, sayapun dulu demikian, semua orang mencintai orang tuanya, tapi ingat Laa To’ata fii makhluk fii ma’siatil Khooliq—ini bukan suatu kesesatan ukhti, tidak ada kesesatan dalam Syahadatain, tidak ada ukhti! Kita memang asing, Islam memang asing, tapi ingat.. berawal Islam itu asing dan akan kembali pada sebuah keterasingan, ukhti ingat semua ini bukan sesat!!”, teringat kembali paras orang yang sangat aku cintai dalam hidupku--Astagfirullaah, tak rela rasanya membiarkan ia menitikkan butiran airmatanya hanya untukku—hanya untuk orang seperti aku, semoga Allah mengampuni ketidakmengertian kami. Mempertahankan sebuah komitmen pribadiku sama saja dengan bunuh diri bagiku—membunuh orang yang sangat aku cintai dalam hidupku, tidak! Kuputuskan aku berhenti ukhti, maaf jika ternyata aku tak berpendirian—maaf jika aku tak bisa mempertahankan pendirianku—maaf jika aku tak bisa berjihad—maaf jika aku termasuk ahlinnaar—aku yakin suatu saat lambat laun ukhti bisa terima keputusan ini, semoga suatu saat kami mendapat hidayah agar aku kembali.
Masa itu selalu kukenang-kenang.., hingga kini. Ingin rasanya mendatangi mereka, bersama mereka, silaturrahmi tanpa menyakiti, ah indah sekali.. masa itu rasanya akan kukenang-kenang lagi.., sampai nanti. Berbeda sekali aku kini dan aku pada masa itu, mengalami suatu kemunduran yang sangat, ku tahu tapi seperti tak mau tahu—ku pahami tapi seolah-olah tak mau memperbaiki, ada apa sebenarnya? Berbicara sangatlah mudah, berkeluh kesah lebih-lebih.. tidakkah sadar sedari awal bahwa waktu tak akan berhenti sejenak saja.. menunggu hidayah jika tetap memilih kegelapan rasanya sama saja, kenapa tidak memilih mati sekalian? Sudahlah.. manusia pada umumnya selalu tidak mau menerima kebenaran karena selalu menganggap diri benar, kekeh pada ego--ego untuk kesalahan, semoga Allah mengampuni keegoan kami. Terus berusaha untuk berbenah diri, kuupayakan agar tidak ada yang tersakiti, selalu kutanamkan dalam hati bahwa semua akan baik-baik saja, tak lupa kuyakini bahwa Rabbi selalu mendampingi—selalu mengampuni, kupastikan aku pasti kembali. Harusnya sebuah janji-sebuah keinginan-angan tidak mesti ditulis-tidak mesti diumbar, tapi semua kuyakini sebagai energi positif untuk sebuah motivasi. Semoga Allah mengampuni......
“Ihdinash shiraathal Mustaqiem, Shiroothallazina an’amta ‘alaihim, Ghairilmaghdu bi ‘alaihim Wa ladhdhoolliin.. Amiin”
Masa itu selalu kukenang-kenang.., hingga kini. Ingin rasanya mendatangi mereka, bersama mereka, silaturrahmi tanpa menyakiti, ah indah sekali.. masa itu rasanya akan kukenang-kenang lagi.., sampai nanti. Berbeda sekali aku kini dan aku pada masa itu, mengalami suatu kemunduran yang sangat, ku tahu tapi seperti tak mau tahu—ku pahami tapi seolah-olah tak mau memperbaiki, ada apa sebenarnya? Berbicara sangatlah mudah, berkeluh kesah lebih-lebih.. tidakkah sadar sedari awal bahwa waktu tak akan berhenti sejenak saja.. menunggu hidayah jika tetap memilih kegelapan rasanya sama saja, kenapa tidak memilih mati sekalian? Sudahlah.. manusia pada umumnya selalu tidak mau menerima kebenaran karena selalu menganggap diri benar, kekeh pada ego--ego untuk kesalahan, semoga Allah mengampuni keegoan kami. Terus berusaha untuk berbenah diri, kuupayakan agar tidak ada yang tersakiti, selalu kutanamkan dalam hati bahwa semua akan baik-baik saja, tak lupa kuyakini bahwa Rabbi selalu mendampingi—selalu mengampuni, kupastikan aku pasti kembali. Harusnya sebuah janji-sebuah keinginan-angan tidak mesti ditulis-tidak mesti diumbar, tapi semua kuyakini sebagai energi positif untuk sebuah motivasi. Semoga Allah mengampuni......
“Ihdinash shiraathal Mustaqiem, Shiroothallazina an’amta ‘alaihim, Ghairilmaghdu bi ‘alaihim Wa ladhdhoolliin.. Amiin”
Sabtu, 17 Juli 2010
RENUNGAN SUCI: BERPIKIR DAN BERSYUKUR
Bismillah Walhamdulillah..
Tak henti-hentinya terlafazkan ungkapan syukur kami kepadaMu Ya Allah.. atas segala kasih yang Engkau beri, seburuk apapun kami.. juga tak pernah lupa salam pada kanjeng Nabi kami, kekasih Allah, yang telah mengajarkan banyak pelajaran pada kami dalam segala hal, pun ibrah dari tiap musibah dalam hidup kami.
Alhamdulillah wa bi idznillah hari ini satu nikmat lagi yang Allah beri untukku, hari ini telah tersempurnakan umurku dan sejujurnya aku malu, sungguh malu pada Allah, begitu banyak kasih yang telah Ia limpahkan padaku seburuk apapun aku.. dan yang tak terkira adalah bahwa aku saat ini disini disisi orang yang sangat aku cintai dalam hidupku, wanita yang sangat cantik secantik hatinya, ibuku yang padaku sayangnya tak terbilang, Alhamdulillah.
... Dalam kegelapan yang pekat aku berdiam, berpikir, bertanya.. Allah tidak pernah bosan melimpahkan kasihnya pada kita? Atau sesekali waktu..., Allah memberikan ujian seberat ini? Dan pada akhirnya sampai juga pada pertanyaan yang beda, apa semua orang diberikan nikmat dan ujian yang sama? Ah, apapun itu harus tetap disyukuri, kalaupun Allah memberi satu atau beberapa ujian, itu harusnya kuyakini sebagai refleksi cintaNya padaku.
... Kembali pada masa yang telah berlalu, yang akhirnya pada hari ini telah ku tertawakan masa itu, hehe.. ada-ada aja aku ini, enyahlah gelisah dan jangan sesali masa lalu! Satu kata jitu untukku “AKU TELAH SEMBUH”. Sungguh, mulai saat ini aku terlahir kembali sebagai manusia baru dengan pikir dan semangat baru, Insya Allah. Teringat satu sms dari seorang sahabat yang mengatakan bahwa “Tiap helai daun yang jatuh sudah tercatat sebagai takdir-Nya. Semua yang Allah beri adalah yang terbaik, meski yang terbaik tak selalu indah di mata manusia, sebab Ia memberi apa yang kita butuhkan lebih dari apa yang kita inginkan, karenanya menjalani hidup, kita akan menjadi kuat jika kita bersandar pada yang maha kuat, Allah!”
Malu sekali aku, malu sekali aku pada Tuhanku. Dan lagi-lagi sms terkirim di nomorku “Hidup bukan untuk hidup, tapi hidup untuk yang maha hidup. Hidup bukan untuk mati, tapi mati itulah untuk hidup, mati bukan akhir tapi awal dari kehidupan yang sebenarnya, Jangan cari mati tapi rindukanlah mati, jangan takut mati karena mati merupakan pintu untuk bertemu dengan Allah”. Subhana Rabbi.. banyak sekali yang sayang padaku, banyak sekali yang ikhlas mengingatkan ke-lupa-anku.. Terima kasih ya Allah..
Hingga tiba pada sebuah do’a: Yaa Rabb.. Berkahilah hidup kami, jadikan kami sebagai hambaMu yang pandai bersyukur dan janganlah Engkau jadikan kami sebagai hambaMu yang kufur.. Allahumma Amin.
Rempung Lombok Timur, 17 Juli 2010
With Love--
Tak henti-hentinya terlafazkan ungkapan syukur kami kepadaMu Ya Allah.. atas segala kasih yang Engkau beri, seburuk apapun kami.. juga tak pernah lupa salam pada kanjeng Nabi kami, kekasih Allah, yang telah mengajarkan banyak pelajaran pada kami dalam segala hal, pun ibrah dari tiap musibah dalam hidup kami.
Alhamdulillah wa bi idznillah hari ini satu nikmat lagi yang Allah beri untukku, hari ini telah tersempurnakan umurku dan sejujurnya aku malu, sungguh malu pada Allah, begitu banyak kasih yang telah Ia limpahkan padaku seburuk apapun aku.. dan yang tak terkira adalah bahwa aku saat ini disini disisi orang yang sangat aku cintai dalam hidupku, wanita yang sangat cantik secantik hatinya, ibuku yang padaku sayangnya tak terbilang, Alhamdulillah.
... Dalam kegelapan yang pekat aku berdiam, berpikir, bertanya.. Allah tidak pernah bosan melimpahkan kasihnya pada kita? Atau sesekali waktu..., Allah memberikan ujian seberat ini? Dan pada akhirnya sampai juga pada pertanyaan yang beda, apa semua orang diberikan nikmat dan ujian yang sama? Ah, apapun itu harus tetap disyukuri, kalaupun Allah memberi satu atau beberapa ujian, itu harusnya kuyakini sebagai refleksi cintaNya padaku.
... Kembali pada masa yang telah berlalu, yang akhirnya pada hari ini telah ku tertawakan masa itu, hehe.. ada-ada aja aku ini, enyahlah gelisah dan jangan sesali masa lalu! Satu kata jitu untukku “AKU TELAH SEMBUH”. Sungguh, mulai saat ini aku terlahir kembali sebagai manusia baru dengan pikir dan semangat baru, Insya Allah. Teringat satu sms dari seorang sahabat yang mengatakan bahwa “Tiap helai daun yang jatuh sudah tercatat sebagai takdir-Nya. Semua yang Allah beri adalah yang terbaik, meski yang terbaik tak selalu indah di mata manusia, sebab Ia memberi apa yang kita butuhkan lebih dari apa yang kita inginkan, karenanya menjalani hidup, kita akan menjadi kuat jika kita bersandar pada yang maha kuat, Allah!”
Malu sekali aku, malu sekali aku pada Tuhanku. Dan lagi-lagi sms terkirim di nomorku “Hidup bukan untuk hidup, tapi hidup untuk yang maha hidup. Hidup bukan untuk mati, tapi mati itulah untuk hidup, mati bukan akhir tapi awal dari kehidupan yang sebenarnya, Jangan cari mati tapi rindukanlah mati, jangan takut mati karena mati merupakan pintu untuk bertemu dengan Allah”. Subhana Rabbi.. banyak sekali yang sayang padaku, banyak sekali yang ikhlas mengingatkan ke-lupa-anku.. Terima kasih ya Allah..
Hingga tiba pada sebuah do’a: Yaa Rabb.. Berkahilah hidup kami, jadikan kami sebagai hambaMu yang pandai bersyukur dan janganlah Engkau jadikan kami sebagai hambaMu yang kufur.. Allahumma Amin.
Rempung Lombok Timur, 17 Juli 2010
With Love--
Sabtu, 03 Juli 2010
HARI INI SANGAT PENTING
Masya Allah..! Ada apa ini..?! begitu sulitkah mengamalkan sebuah kesabaran..?! "SABAR" tak semudah seperti yang diwacanakan, tak semudah seperti yang dikatakan, tak semudah seperti yang dibayangkan, tak semudah seperti yang dipikirkan, pun tak semudah yang dikira-kirakan.. kalau masih saja seperti ini begini, sebaiknya aku pergi, aku harus pergi tinggalkan kota ini....................................................
Seperti itu Rinjani mengawali harinya, hari ini tepatnya. Kasian juga melihatnya, kasian juga mendengarnya, kasian juga membayangnya. Tulisan dan cerita-ceritaku kemarin katanya "sedikit" saja bisa menenangkan jiwa, lantas sebagian besarnya? 'ntahlah, Rinjani berkata mau pergi... Jika seperti itu yang diinginkan Rinjani, monggo.. silahkan tenangkan hatimu, rasamu, dan setelah itu kamu harus tetap kembali disini bersamaku Rinjani. Aku paham Rinjani, aku paham. Pergilah tenangkan diri, jangan lupa kembali dalam sebuah perubahan yang pasti berarti. Aku yakin kamu bisa Rinjani, aku yakin. Bukankah dalam kesahku kamu sering membisikkan " Laa yukallifullaahu nafsan ilaa wus'ahaa " atau pada waktu yang berbeda kamu juga sering meneriakkan " Innama'al usri yusro ", apakah tidak bisa sedikit saja kamu mengingatkan aku-aku mengingatkan kamu--kita sama2 saling mengingatkan ke-lupa-an kita? Rinjani... dimanapun--kemanapun kamu, HARI INI SANGAT PENTING. Ingatkah Kata2 Lao-tse?===>
"Sebuah pohon besar bermula dari sebuah biji yang sangat kecil; Perjalanan sejauh seribu mil bermula dari satu langkah saja".
Kamu adalah apa yang kamu pikirkan dan kamu perbuat selama beberapa tahun terakhir. Segala yang akan kamu alami lima tahun, sepuluh tahun atau dua puluh tahun mendatang akan dipengaruhi oleh apa yang kamu lakukan hari ini. Teman kamu, keluarga kamu, pekerjaan kamu dan semua--semuanya dibentuk oleh apa yang kamu pilih untuk kamu kerjakan.
Rinjani.., hidup adalah proses membangun (maaf bukan menggurui tapi sekali lagi kini giliranku mengingatkan ke-lupa-anmu). Apa yang kamu kerjakan hari ini mempengaruhi apa yang kamu peroleh esok. Apakan kamu menghilangkan kebiasaan buruk, apakah kamu menetapkan beberapa tujuan, apakah kamu bersabar pada sebuah atau beberapa buah ujian--keputusan kamulah yang membawa perubahan. Apa yang kamu kerjakan hari ini SANGAT penting.
Rinjani.., kamu bisa saja hidup santai dan ceroboh sementara waktu, tapi cepat atau lambat.. tanggung jawab akan menyusul kamu. Terakhir dariku dihari ini, DIMANAPUN KAMU BERADA, ITULAH TEMPAT UNTUK MULAI. UPAYA YANG KAMU LAKUKAN HARI INI AKAN SANGAT BERARTI UNTUK HARI ESOK. Hati-hati ya Rin, doaku selalu bersamamu.. agar damai hatimu, agar tercapai citamu, agar diberkahi hidupmu. Yakini selalu, Allah bersamamu.
Seperti itu Rinjani mengawali harinya, hari ini tepatnya. Kasian juga melihatnya, kasian juga mendengarnya, kasian juga membayangnya. Tulisan dan cerita-ceritaku kemarin katanya "sedikit" saja bisa menenangkan jiwa, lantas sebagian besarnya? 'ntahlah, Rinjani berkata mau pergi... Jika seperti itu yang diinginkan Rinjani, monggo.. silahkan tenangkan hatimu, rasamu, dan setelah itu kamu harus tetap kembali disini bersamaku Rinjani. Aku paham Rinjani, aku paham. Pergilah tenangkan diri, jangan lupa kembali dalam sebuah perubahan yang pasti berarti. Aku yakin kamu bisa Rinjani, aku yakin. Bukankah dalam kesahku kamu sering membisikkan " Laa yukallifullaahu nafsan ilaa wus'ahaa " atau pada waktu yang berbeda kamu juga sering meneriakkan " Innama'al usri yusro ", apakah tidak bisa sedikit saja kamu mengingatkan aku-aku mengingatkan kamu--kita sama2 saling mengingatkan ke-lupa-an kita? Rinjani... dimanapun--kemanapun kamu, HARI INI SANGAT PENTING. Ingatkah Kata2 Lao-tse?===>
"Sebuah pohon besar bermula dari sebuah biji yang sangat kecil; Perjalanan sejauh seribu mil bermula dari satu langkah saja".
Kamu adalah apa yang kamu pikirkan dan kamu perbuat selama beberapa tahun terakhir. Segala yang akan kamu alami lima tahun, sepuluh tahun atau dua puluh tahun mendatang akan dipengaruhi oleh apa yang kamu lakukan hari ini. Teman kamu, keluarga kamu, pekerjaan kamu dan semua--semuanya dibentuk oleh apa yang kamu pilih untuk kamu kerjakan.
Rinjani.., hidup adalah proses membangun (maaf bukan menggurui tapi sekali lagi kini giliranku mengingatkan ke-lupa-anmu). Apa yang kamu kerjakan hari ini mempengaruhi apa yang kamu peroleh esok. Apakan kamu menghilangkan kebiasaan buruk, apakah kamu menetapkan beberapa tujuan, apakah kamu bersabar pada sebuah atau beberapa buah ujian--keputusan kamulah yang membawa perubahan. Apa yang kamu kerjakan hari ini SANGAT penting.
Rinjani.., kamu bisa saja hidup santai dan ceroboh sementara waktu, tapi cepat atau lambat.. tanggung jawab akan menyusul kamu. Terakhir dariku dihari ini, DIMANAPUN KAMU BERADA, ITULAH TEMPAT UNTUK MULAI. UPAYA YANG KAMU LAKUKAN HARI INI AKAN SANGAT BERARTI UNTUK HARI ESOK. Hati-hati ya Rin, doaku selalu bersamamu.. agar damai hatimu, agar tercapai citamu, agar diberkahi hidupmu. Yakini selalu, Allah bersamamu.
Senin, 28 Juni 2010
AKU INGIN SEMBUH
Bagaimana menyikapi hati yang bergejolak? bergejolak berontak tidak tenang-tidak ayem-tidak nyaman-tidak tentram-dan segala kondisi yang tidak-tidak. Ketika bertanya pada sang abid jawabnya "mendekatkan diri sedekat-dekatnya pada-Nya"--ketika bertanya pd ahli psikolog jawabnya "ke psikiaterlah"--ketika bertanya pada sang "apa??" jawabnya "yuuk mabok, gak usah dipikir.. lebih baik senang-senang, hidup cuma sekali coy!! buat apa susah..", ketika bertanya pada anak-anak.. "main mobil-mobilan yuk tante.. (ndablek!! nanya ko pada anak-anak!!), rusak tenan uripmu!!"
ah Rinjani ada-ada aja!!
Gini aja untuk Rinjani dan teman2 yang mengalami hal yang serupa dengan Rinjani.. bulan depan akan dicantumin wacana yang bisa bikin seger dey.. (seger sari kali!), ootree!! jangan sedih ya atas apa yang kalian rasa.. katanya Laa Tahzan--betul gak sii?? (betul3..!!), bertahan ya sampai bulan depan.. okay, jangan lemah!
ah Rinjani ada-ada aja!!
Gini aja untuk Rinjani dan teman2 yang mengalami hal yang serupa dengan Rinjani.. bulan depan akan dicantumin wacana yang bisa bikin seger dey.. (seger sari kali!), ootree!! jangan sedih ya atas apa yang kalian rasa.. katanya Laa Tahzan--betul gak sii?? (betul3..!!), bertahan ya sampai bulan depan.. okay, jangan lemah!
Sabtu, 26 Juni 2010
Yogya Berhati Nyaman
Berharap hati ini nyaman senyaman hati Yogya. Yogya cerah pagi ini.. dengan hati-hati ku tata hati kembali agar bisa tertata dengan rapi hingga nyaman yang terasa tersisa. Ada apa dengan hati?? tidak, ini hanya perkara lama yang tak kunjung selesai.. bukan karena perkara laki-laki atau perempuan, bukan karena perkara anak-anak atau dewasa, atau perkara mudah atau susah, tapi selalu ku reka apa penyebabnya? dan ku temukan.. satu (untuk saat ini). Lalu kenapa? ku yakin bukan karena aku malas atau aku pemalas, bukan karena aku bisa atau aku tak bisa, bukan karena aku sanggup atau tak sanggup, bukan karena ada atau tidak ada kesempatan, ada hal yang tak bisa ku sebutkan disini (bukan pembelaan diri tapi itu sudah pasti), sadar dan menyadari tidak seharusnya ku share.. ini spontan saja untuk membuat hati ini nyaman dan tenang hanya itu (tau sendiri kan Rinjani seperti apa?!), solusi tepat belum kutemukan tapi kuyakini semua ada, Tuhan.. langkah apa yang pantas ku lakukan sekarang? maaf ternyata aku selama ini terlalu banyak mengeluh, padahal selalu ku tanam--selalu terbenam dalam diri tentang ungkapan Bung Karno "Mengeluh itu tanda kelemahan jiwa", ampuni aku Tuhan bukan maksudku begitu tapi setidaknya bisa membuat sesak ini tidak semakin menyesak.. (Asma kaleeee!!)
Tulisan ini tidak seharusnya ada dalam media publik, tapi sekali lagi spontan saja.. semoga setelah kepulanganku dari bilik ini sedikit ringan dan cepat langkahku, nyaman hatiku. Harap maklum jika tulisan ini tiba-tiba muncul, anggap aja konsentrasi terganggu hingga tulisan menjadi menceng sana sini, topik menjadi tak karuan- tak karuan. Semoga Tuhan mengampuni kita semua, Amin.
Tulisan ini tidak seharusnya ada dalam media publik, tapi sekali lagi spontan saja.. semoga setelah kepulanganku dari bilik ini sedikit ringan dan cepat langkahku, nyaman hatiku. Harap maklum jika tulisan ini tiba-tiba muncul, anggap aja konsentrasi terganggu hingga tulisan menjadi menceng sana sini, topik menjadi tak karuan- tak karuan. Semoga Tuhan mengampuni kita semua, Amin.
Langganan:
Postingan (Atom)
SUGENG RAWUH...