Aku pikir ini adalah tulisan terakhirku dibulan ini, yah tulisan terakhir yang tercipta dari hati yang ditulis dengan sangat hati-hati. Aku tak tau kenapa aku merasa agak melankoli malam ini, ku coba mengelilingi kota Jogja dengan harapan semua ini tidak semakin lahapnya menggerogoti jiwa. Aku melihat lampu-lampu kerucut dan arus Jogja dengan warna baru seolah-olah semuanya diterjemahkan sebagai satu kombinasi. Mengajakku untuk menatap semua sebagai wajah baru, semuanya terasa mesra tapi kosong seolah-olah aku merasa diriku yang lepas walaupun bayangan-bayangan yang ada menjadi puitis sekali di jalan-jalan. 'Ntahlah aku sangat membutuhkan teman bicara akhir-akhir ini. Menulispun rasanya capek luar biasa, atau mungkin aku sedang muak dan sudah tidak punya inspirasi apa-apa lagi. Sejujurnya sampai saat ini perasaan kecewa yang amat kuat menguasaiku, aku ingin memberikan satu rasa semangat pada diri sendiri tapi rupanya aku terlambat.
Waktu cepat berlalu, aku benar-benar merindukan masa dimana sahabat-sahabatku biasa bercanda, marah, tertawa bersama. Tapi rupanya mereka semua telah pergi. Biarlah.. lebih baik aku terasing, rasanya akan lebih menemukan makna atas hidup yang telah digariskan Yang Maha Hidup. Terima kasih buat kalian yang pernah baik padaku. Terima kasih juga telah menyarankan agar tidak menyerah pada kekecewaan. Akan selalu kutanam, KALAU HANYA MENUNGGU NASIB KITA TIDAK AKAN PERNAH TAHU KESEMPATAN APA YANG KITA MILIKI DALAM DUNIA INI--INNALLAAHA LAA YUGHAYYIRU MAA BIQAUMIN HATTAA YUGGHAYYIRU MAA BI'ANFUSIHIM (Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sebelum dia merubah nasibnya sendiri). Dan akhirnya semua akan tiba pada hari yang biasa…
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Selamat datang, selamat bergabung lek blog sederhane niki. Blog niki tiang peruntukkan untuk selapuk pade batur-batur sak demen buka internet, macem-macem topik leman macem-macem sumber tiang rencanaang terbit lek blog niki. Silak te betukar pemikiran, aden sak bermanfaat aden sak bau menghibur aden sak solah jarin, terakhir dengan ucapan "Bismillahirrahmanirrahim" ngiring nikmati blog niki. Salam hangat..
Kamis, 30 September 2010
Selasa, 21 September 2010
Oleh-oleh dari Lombok
Syawal, awal yang baru untuk menjadi baru, awal yang baik untuk menjadi baik. Ah tidak mestinya segala perubahan harus diumbar, tidak mestinya setiap kebaikan harus diriya’kan. Dan segala niat hanya Allahlah yang tahu..
Sebelum melangkah lebih jauh, melalui tulisan ini dengan segala kerendahan hati dan penuh kesadaran diri—mohon dimaafkan dari segala salah dan khilaf yang mungkin pernah dilakukan (rasanya juga karena waktu yang tepat ketika sang Syawal belum menggantikan diri).
Pekan ini adalah pekan terakhir aku berada di Pulau Lombok tercinta, dan selanjutnya akan meneruskan suatu perjalanan untuk menyelesaikan tugas yang sempat tertunda beberapa bulan lalu dengan harapan semua itu selalu berada dalam ridhoNya, Amin Yaa Rabb. ‘Ala kulli haal.. teringat kembali upaya silaturrahim yang sempat kami lakukan bersama sahabat dan guruku, Insya Allah semuanya bukan dilandasi atas keterpaksaan, ke-riya’-an, ataupun niat yang bukan-bukan. Masih terkait, satu sms yang sempat kusisakan pada inboxku serasa sangat melekat dibenakku dan kupikir kujadikan oleh-oleh dari pulau pedas ini saat pergi esok, pun bisa menjadi pegangan dimanapun aku berada nantinya ... Semua terasa terkait—erat dengan peristiwa-peristiwa yang sempat mampir dalam hidupku
“Allah menguji keikhlasan dalam kesendirian. Allah memberi kedewasaan ketika masalah, berdatangan. Allah melatih ketegaran dalam kesakitan. Tetap istiqomah, sertakan Allah disetiap langkah. Hati yang siap memikul amanah adalah hati yang kuat, teguh dan tulus. Tak berharap apapun. Sebab hanya dari Allah berharap balasan. Jangan minta dikurangi bebanmu, tapi mintalah punggung ini agar kuat membawanya. INNALLAAHA MA’ANA”
Subhanallaah.. ini indah sekali ukhti, indah sekali saudariku.. semua terasa pas ketika aku kembali membacanya secara seksama. Terkesan sederhana namun sangatlah bermakna. Dari pertemuan kita kemarin, sejujurnya aku ingin sepertimu ukhti, aku iri dengan kepribadianmu yang begitu bersahaja, menyertakan Allah selalu dalam setiap langkah, selalu menyandarkah hidup pada yang Maha Hidup, Subhaanallaah.. benar-benar Uswatun Hasanah dirimu..
Ukhti.. kuyakini bahwasanya persaudaraan kita akan tetap abadi dijalan-Nya. Ukhuwah yang terbina adalah telaga bagi bathin yang rindu kesejatian cinta karena-Nya. Tempat jiwa berlabuh untuk menguatkan, memelihara, memberi dan berbagi dijalan-Nya. Ukhuwah yang terbina biarlah seperti seutas tasbih, ada awal namun tak ada akhir, tercipta untuk saling mengingat dan disusun untuk senantiasa mengharap ridho-Nya. Insya Allah tak kan putus sampai kapanpun, karena Allah adalah tumpuan ikatannya.
Ukhti.. ajaklah aku menemukan jalanku dijalanNya.. sudah lama aku kehilangan diri, sudah lama aku merasa lupa akan keberadaanku.. sudah begitu banyak yang menghujat, memaki aku atas ketidaktahuan diriku.. semuanya akan terasa termaafkan jika kau eratkan pegangan tanganmu atasku dan segera menuntunku bersamamu kembali padaNya, pada jalan yang diridhoi-Nya.
Kini kita telah jauh tapi tetap kepadamu kukirimkan salam terindah, salam sejahtera para penghuni syurga. Salam yang harumnya melebihi kasturi, sejuknya melebihi embun pagi. Salam hangat sehangat sinar mentari waktu dhuha. Salam suci sesuci telaga alkautsar yang jika direguk akan menghilangkan dahaga selama-lamanya. Salam penghormatan dan cinta karena Allah yang tiada akan pernah pudar dan berubah dalam segala musim dan peristiwa (ampure jika sms ukhti aku terbitkan disini)
Semoga Allah menyayangi orang yang sadar akan kadar jiwanya. Teruslah bersamaku ukhti.. sertakan aku bersamamu dijalanNya.
Sebelum melangkah lebih jauh, melalui tulisan ini dengan segala kerendahan hati dan penuh kesadaran diri—mohon dimaafkan dari segala salah dan khilaf yang mungkin pernah dilakukan (rasanya juga karena waktu yang tepat ketika sang Syawal belum menggantikan diri).
Pekan ini adalah pekan terakhir aku berada di Pulau Lombok tercinta, dan selanjutnya akan meneruskan suatu perjalanan untuk menyelesaikan tugas yang sempat tertunda beberapa bulan lalu dengan harapan semua itu selalu berada dalam ridhoNya, Amin Yaa Rabb. ‘Ala kulli haal.. teringat kembali upaya silaturrahim yang sempat kami lakukan bersama sahabat dan guruku, Insya Allah semuanya bukan dilandasi atas keterpaksaan, ke-riya’-an, ataupun niat yang bukan-bukan. Masih terkait, satu sms yang sempat kusisakan pada inboxku serasa sangat melekat dibenakku dan kupikir kujadikan oleh-oleh dari pulau pedas ini saat pergi esok, pun bisa menjadi pegangan dimanapun aku berada nantinya ... Semua terasa terkait—erat dengan peristiwa-peristiwa yang sempat mampir dalam hidupku
“Allah menguji keikhlasan dalam kesendirian. Allah memberi kedewasaan ketika masalah, berdatangan. Allah melatih ketegaran dalam kesakitan. Tetap istiqomah, sertakan Allah disetiap langkah. Hati yang siap memikul amanah adalah hati yang kuat, teguh dan tulus. Tak berharap apapun. Sebab hanya dari Allah berharap balasan. Jangan minta dikurangi bebanmu, tapi mintalah punggung ini agar kuat membawanya. INNALLAAHA MA’ANA”
Subhanallaah.. ini indah sekali ukhti, indah sekali saudariku.. semua terasa pas ketika aku kembali membacanya secara seksama. Terkesan sederhana namun sangatlah bermakna. Dari pertemuan kita kemarin, sejujurnya aku ingin sepertimu ukhti, aku iri dengan kepribadianmu yang begitu bersahaja, menyertakan Allah selalu dalam setiap langkah, selalu menyandarkah hidup pada yang Maha Hidup, Subhaanallaah.. benar-benar Uswatun Hasanah dirimu..
Ukhti.. kuyakini bahwasanya persaudaraan kita akan tetap abadi dijalan-Nya. Ukhuwah yang terbina adalah telaga bagi bathin yang rindu kesejatian cinta karena-Nya. Tempat jiwa berlabuh untuk menguatkan, memelihara, memberi dan berbagi dijalan-Nya. Ukhuwah yang terbina biarlah seperti seutas tasbih, ada awal namun tak ada akhir, tercipta untuk saling mengingat dan disusun untuk senantiasa mengharap ridho-Nya. Insya Allah tak kan putus sampai kapanpun, karena Allah adalah tumpuan ikatannya.
Ukhti.. ajaklah aku menemukan jalanku dijalanNya.. sudah lama aku kehilangan diri, sudah lama aku merasa lupa akan keberadaanku.. sudah begitu banyak yang menghujat, memaki aku atas ketidaktahuan diriku.. semuanya akan terasa termaafkan jika kau eratkan pegangan tanganmu atasku dan segera menuntunku bersamamu kembali padaNya, pada jalan yang diridhoi-Nya.
Kini kita telah jauh tapi tetap kepadamu kukirimkan salam terindah, salam sejahtera para penghuni syurga. Salam yang harumnya melebihi kasturi, sejuknya melebihi embun pagi. Salam hangat sehangat sinar mentari waktu dhuha. Salam suci sesuci telaga alkautsar yang jika direguk akan menghilangkan dahaga selama-lamanya. Salam penghormatan dan cinta karena Allah yang tiada akan pernah pudar dan berubah dalam segala musim dan peristiwa (ampure jika sms ukhti aku terbitkan disini)
Semoga Allah menyayangi orang yang sadar akan kadar jiwanya. Teruslah bersamaku ukhti.. sertakan aku bersamamu dijalanNya.
Senin, 23 Agustus 2010
PUASA DAN BEBERAPA FAEDAHNYA
“Hai orang-orang yang beriman telah diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa. (Q.S. Al-Baqarah: 183)
Ketahuilah wahai saudaraku seagama, bahwa puasa itu adalah ibadah yang berfaedah banyak diantaranya adalah:
1. Puasa mengistirahatkan pencernaan dan perut dari kelelahan kerja yang terus menerus, mengeluarkan sisa makanan dalam tubuh, memperkuat badan dan bermanfaat pula bagi penyembuhan beberapa penyakit. Disamping mengistirahatkan kaum perokok dari kecanduan rokok yang dapat membantu dalam upaya meninggalkannya.
2. Puasa merupakan latihan dan pembiasaan jiwa untuk berbuat kebaikan dan disiplin, ketaatan dan kesabaran.
3. Orang yang berpuasa merasakan adanya persamaan dengan saudaranya yang berpuasa, ia berpuasa bersama, berbuka bersama, merasakan adanya kesatuan Islam yang menyeluruh, dan merasakan lapar sehingga dapat ikut prihatin terhadap saudara-saudaranya yang mengalami kelaparan dan mempunyai kebutuhan.
4. Rasulullah SAW bersabda:
a. Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh iman dan mencari Ridha Allah, maka ia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (Muttafaq Alaih)
b. Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan, kemudian diikuti dengan enam hari pada bulan Syawal, maka puasanya seperti puasa setahun (Riwayat Muslim)
c. Barangsiapa yang bangun pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mencari ridha Allah, maka ia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (bangun untuk shalat tarawih) (Muttafaq Alaih)
BEBERAPA KEWAJIBAN PADA BULAN RAMADHAN
Ketahuilah wahai saudaraku seagama, bahwa Allah mewajibkan kepada kita berpuasa untuk beribadah kepadaNya. Agar puasamu diterima oleh Allah dan bermanfaat, maka kerjakanlah hal-hal berikut:
1. Jaga shalatmu, karena banyak orang berpuasa meremehkan shalat, padahal shalat adalah tiang agama
2. Berakhlaklah yang baik, jauhilah kekufuran, mencela agama dan bersikap tidak baik dengan sesama manusia, karena puasa melatih jiwa dan memperbaiki moral, sedang kekufuran menyebabkan kemurtadan
3. Janganlah berbicara yang tidak baik meskipun bergurau karena dapat menghapuskan puasa anda, dan dengarlah sabda rasulullah SAW: “Jika suatu hari seseorang diantara kamu berpuasa hendaknya jangan berbuat keji atau berteriak-teriak pada waktu itu. Jika dicaci atau diajak bertengkar, maka hendaknya ia berkata: “Saya berpuasa” (Muttafaq Alaih)
4. Jangan berlebih-lebihan dalam makanan ketika berpuasa sehingga hilang faedah berpuasa, dan merusak kesehatan anda
5. Janganlah banyak begadang sehingga anda tidak sahur dan shalat fajar, dan hendaklah anda bekerja pada pagi hari, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Yaa Allah, berikanlah kepada ummatku berkah dipagi hari mereka” (Riwayat Ahmad)
6. Perbanyaklah sedekah kepada sanak kerabat dan orang yang membutuhkan, kunjungilah sanak kerabat, dan selesaikanlah pertikaian diantara mereka.
7. Perbanyak dzikir kepada Allah, membaca AlQur’an dan mendengarkannya, menghayati maknanya, dan laksanakan perintah-perintahnya, pergilah ke masjid untuk mendengarkan pelajaran-pelajaran yang bermanaat dan beri’tikaf di Masjid pada bulan Ramadhan adalah perbuatan sunnah.
8. Bacalah tulisan-tulisan tentang puasa dan hal-hal lain untuk mengetahui hukum-hukumnya, sehingga anda tahu bahwa makan dan minum karena lupa tidak membatalkan puasa, bahwa jinabat pada waktu malam tidak menghalangi puasa meskipun tetap wajib dibrsihkan untuk bersuci dan shalat.
9. Jagalah puasa Ramadhan, biasakan anak-anak anda berpuasa ketika mereka mampu, dan hindarilah berbuka tanpa udzur, maka barangsiapa yang membatalkan puasa dengan sengaja, ia harus menggantinya dihari lain
Dan masih banyak lagi anjuran dan larangan Allah SWT selama berpuasa, semoga sedikit tulisan ini bisa bermanfaat bagi kita bersama dalam beribadah kepada Allah SWT. Tulisan ini dikutip dari Buku Bimbingan Islam untuk Pribadi dan Masyarakat yang topiknya dipilih atas berbagai pertimbangan tertentu. Semoga bisa bermanfaat. Baarakallaah..
Ketahuilah wahai saudaraku seagama, bahwa puasa itu adalah ibadah yang berfaedah banyak diantaranya adalah:
1. Puasa mengistirahatkan pencernaan dan perut dari kelelahan kerja yang terus menerus, mengeluarkan sisa makanan dalam tubuh, memperkuat badan dan bermanfaat pula bagi penyembuhan beberapa penyakit. Disamping mengistirahatkan kaum perokok dari kecanduan rokok yang dapat membantu dalam upaya meninggalkannya.
2. Puasa merupakan latihan dan pembiasaan jiwa untuk berbuat kebaikan dan disiplin, ketaatan dan kesabaran.
3. Orang yang berpuasa merasakan adanya persamaan dengan saudaranya yang berpuasa, ia berpuasa bersama, berbuka bersama, merasakan adanya kesatuan Islam yang menyeluruh, dan merasakan lapar sehingga dapat ikut prihatin terhadap saudara-saudaranya yang mengalami kelaparan dan mempunyai kebutuhan.
4. Rasulullah SAW bersabda:
a. Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh iman dan mencari Ridha Allah, maka ia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (Muttafaq Alaih)
b. Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan, kemudian diikuti dengan enam hari pada bulan Syawal, maka puasanya seperti puasa setahun (Riwayat Muslim)
c. Barangsiapa yang bangun pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mencari ridha Allah, maka ia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (bangun untuk shalat tarawih) (Muttafaq Alaih)
BEBERAPA KEWAJIBAN PADA BULAN RAMADHAN
Ketahuilah wahai saudaraku seagama, bahwa Allah mewajibkan kepada kita berpuasa untuk beribadah kepadaNya. Agar puasamu diterima oleh Allah dan bermanfaat, maka kerjakanlah hal-hal berikut:
1. Jaga shalatmu, karena banyak orang berpuasa meremehkan shalat, padahal shalat adalah tiang agama
2. Berakhlaklah yang baik, jauhilah kekufuran, mencela agama dan bersikap tidak baik dengan sesama manusia, karena puasa melatih jiwa dan memperbaiki moral, sedang kekufuran menyebabkan kemurtadan
3. Janganlah berbicara yang tidak baik meskipun bergurau karena dapat menghapuskan puasa anda, dan dengarlah sabda rasulullah SAW: “Jika suatu hari seseorang diantara kamu berpuasa hendaknya jangan berbuat keji atau berteriak-teriak pada waktu itu. Jika dicaci atau diajak bertengkar, maka hendaknya ia berkata: “Saya berpuasa” (Muttafaq Alaih)
4. Jangan berlebih-lebihan dalam makanan ketika berpuasa sehingga hilang faedah berpuasa, dan merusak kesehatan anda
5. Janganlah banyak begadang sehingga anda tidak sahur dan shalat fajar, dan hendaklah anda bekerja pada pagi hari, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Yaa Allah, berikanlah kepada ummatku berkah dipagi hari mereka” (Riwayat Ahmad)
6. Perbanyaklah sedekah kepada sanak kerabat dan orang yang membutuhkan, kunjungilah sanak kerabat, dan selesaikanlah pertikaian diantara mereka.
7. Perbanyak dzikir kepada Allah, membaca AlQur’an dan mendengarkannya, menghayati maknanya, dan laksanakan perintah-perintahnya, pergilah ke masjid untuk mendengarkan pelajaran-pelajaran yang bermanaat dan beri’tikaf di Masjid pada bulan Ramadhan adalah perbuatan sunnah.
8. Bacalah tulisan-tulisan tentang puasa dan hal-hal lain untuk mengetahui hukum-hukumnya, sehingga anda tahu bahwa makan dan minum karena lupa tidak membatalkan puasa, bahwa jinabat pada waktu malam tidak menghalangi puasa meskipun tetap wajib dibrsihkan untuk bersuci dan shalat.
9. Jagalah puasa Ramadhan, biasakan anak-anak anda berpuasa ketika mereka mampu, dan hindarilah berbuka tanpa udzur, maka barangsiapa yang membatalkan puasa dengan sengaja, ia harus menggantinya dihari lain
Dan masih banyak lagi anjuran dan larangan Allah SWT selama berpuasa, semoga sedikit tulisan ini bisa bermanfaat bagi kita bersama dalam beribadah kepada Allah SWT. Tulisan ini dikutip dari Buku Bimbingan Islam untuk Pribadi dan Masyarakat yang topiknya dipilih atas berbagai pertimbangan tertentu. Semoga bisa bermanfaat. Baarakallaah..
Minggu, 08 Agustus 2010
Ramadhan Suci
Assalamu'alaikum Wr.Wb
...Dan tak ada keluh, tak ada sesal, semuanya akan dibuat indah, indah.. seindah asma Allah..
--Yaa ayyuhalladzina Aamanu kutiba 'alaikumusshiyamu kama kutiba 'alallazina min qoblikum La'allakum Tattakuun--
Berharap suci memasuki bulan suci. Untuk segala salah dan khilaf yang terlanjur tertoreh (sengaja-tak sengaja).. Ampure ageng Sinampure, MOHON MAAF LAHIR BATHIN. Semoga pada Syahr Mubarak ini, kita mendapatkan barakahNya. Amiin..
Selamat menjalankan Ibadah Puasa sedulur-sedulurku..
...Dan tak ada keluh, tak ada sesal, semuanya akan dibuat indah, indah.. seindah asma Allah..
--Yaa ayyuhalladzina Aamanu kutiba 'alaikumusshiyamu kama kutiba 'alallazina min qoblikum La'allakum Tattakuun--
Berharap suci memasuki bulan suci. Untuk segala salah dan khilaf yang terlanjur tertoreh (sengaja-tak sengaja).. Ampure ageng Sinampure, MOHON MAAF LAHIR BATHIN. Semoga pada Syahr Mubarak ini, kita mendapatkan barakahNya. Amiin..
Selamat menjalankan Ibadah Puasa sedulur-sedulurku..
Rabu, 28 Juli 2010
TENTANG KITA MENJELANG RAMADHAN
Telah kuterima satu keputusan (penting dalam hidupku), semalam telah dikirimkannya untukku melalui beberapa SMS, maaf jika aku tidak sempat membalasnya dikarenakan kondisi yang mengkondisikan--dan kujamin 100% itu bukan ku sengaja. Beberapa menit berselang, SMS itu masuk ke inboxku dan meminta agar aku tidak memfollow up apapun darinya. Baiklah sahabat.. jika itu pintamu, aku tidak berhak memaksa. Semoga keputusanmu adalah kebaikanmu.
Hari ini Lombok masih ramah seperti biasanya dan aku baru punya kekuatan lagi untuk menulis kembali (semalam aku merasa tak enak badan dan lelah sekali, otakku pun sepertinya tak berfungsi) untuk menulis apa-apa yang tersisa dari persahabatan ini.
Rencana kembali ke Yogya minggu depan telah kuurungkan, mungkin akan kembali setelah idul fitri nanti sekaligus akan kuselesaikan beberapa urusanku di pulau Sumatera, semua harus tuntas.
Beberapa alasan aku bertahan di pulau pedas ini lebih karena aku masih ingin menata diri, melihat kembali, berintrospeksi.. mungkin pada saatnya nanti aku masih bisa temukan jawabannya, akukah? kamukah? apakah? penyebab semua ini. Aku tidak bisa menuliskan apa-apa lagi dari kita yang tersisa, karena apapun tak akan bisa merubah suasana. Oya agar tak sia-sia, 15 hari menjelang Ramadhan ini.. rasanya indah ketika diawali dengan maaf, indah disaat do'a bersama menjadi menu pembuka bersama--Ampure ageng sinampure--tiang banyak dosa, tolong dibantu do'a agar diampuni Allah SWT sang Raja alam semesta. Mohon ma'af lahir dan bathin..
BELUM ADA JUDUL
Pernah kita sama-sama susah
Terperangkap didingin malam
Terjerumus dalam lubang jalanan
Digilas kaki sang waktu yang sombong
Terjerat mimpi yang indah.., Lelah
Pernah kita sama-sama rasakan
Panasnya mentari hanguskan hati
Sampai saat kita nyaris tak percaya
Bahwa roda nasib berputar
Sahabat masih ingatkah kau
Sementara hari terus berganti
Engkau pergi dengan dendam membara.. dihati
Cukup lama aku jalan sendiri
Tanpa teman yang sanggup mengerti
Hingga saat kita jumpa hari ini
Tajamnya matamu tikam jiwaku
Kau tampar bangkitkan aku, sahabat
Seperti itu kau sering tuliskan sajak untukku, seperti itu pula aku kirimkan sebuah lagu untukmu, sahabat.
Aku ingin persahabatan ini tanpa akhir--mari kita sama-sama introspeksi diri agar tak sia-sia hidup kita, sahabat.
With Love,
--Rinjani--
Hari ini Lombok masih ramah seperti biasanya dan aku baru punya kekuatan lagi untuk menulis kembali (semalam aku merasa tak enak badan dan lelah sekali, otakku pun sepertinya tak berfungsi) untuk menulis apa-apa yang tersisa dari persahabatan ini.
Rencana kembali ke Yogya minggu depan telah kuurungkan, mungkin akan kembali setelah idul fitri nanti sekaligus akan kuselesaikan beberapa urusanku di pulau Sumatera, semua harus tuntas.
Beberapa alasan aku bertahan di pulau pedas ini lebih karena aku masih ingin menata diri, melihat kembali, berintrospeksi.. mungkin pada saatnya nanti aku masih bisa temukan jawabannya, akukah? kamukah? apakah? penyebab semua ini. Aku tidak bisa menuliskan apa-apa lagi dari kita yang tersisa, karena apapun tak akan bisa merubah suasana. Oya agar tak sia-sia, 15 hari menjelang Ramadhan ini.. rasanya indah ketika diawali dengan maaf, indah disaat do'a bersama menjadi menu pembuka bersama--Ampure ageng sinampure--tiang banyak dosa, tolong dibantu do'a agar diampuni Allah SWT sang Raja alam semesta. Mohon ma'af lahir dan bathin..
BELUM ADA JUDUL
Pernah kita sama-sama susah
Terperangkap didingin malam
Terjerumus dalam lubang jalanan
Digilas kaki sang waktu yang sombong
Terjerat mimpi yang indah.., Lelah
Pernah kita sama-sama rasakan
Panasnya mentari hanguskan hati
Sampai saat kita nyaris tak percaya
Bahwa roda nasib berputar
Sahabat masih ingatkah kau
Sementara hari terus berganti
Engkau pergi dengan dendam membara.. dihati
Cukup lama aku jalan sendiri
Tanpa teman yang sanggup mengerti
Hingga saat kita jumpa hari ini
Tajamnya matamu tikam jiwaku
Kau tampar bangkitkan aku, sahabat
Seperti itu kau sering tuliskan sajak untukku, seperti itu pula aku kirimkan sebuah lagu untukmu, sahabat.
Aku ingin persahabatan ini tanpa akhir--mari kita sama-sama introspeksi diri agar tak sia-sia hidup kita, sahabat.
With Love,
--Rinjani--
Senin, 26 Juli 2010
PADA SUATU MASA
Ketika aku memutuskan untuk tidak akan mengingat-ingat yang sudah lewat, ku tata kembali, ku relokasikan pikiranku agar semua tidak berlaku pada semua, artinya apapun itu dimasa manapun jika akan membawa suatu kebaikan kuputuskan lagi akan terus ku ingat-ingat agar bisa kuperbaiki (kata teman2ku aku orangnya plin-plan dan tak kusalahkan mereka atas ucapannya, mungkin iya). Sekitar tahun 2006 dimana aku hidup dalam sebuah kedamaian (sungguh luar biasa masa itu bagiku, aku selalu merasa berada disamping sang khaliq—aku merasa sang khaliq selalu disampingku mendampingiku, dan meninggalkan masa itu bagai makan buah simalakama bagiku saat itu—dituruti ibu yang mati tak dituruti bapak yang mati), sesulit apapun pilihannya namun telah kupilih jalan ini hingga akhirnya seperti ini, mencintai orang yang sangat berarti dalam hidup membuat kita bisa melakoni apa saja yang ingin didramakan orang yang kita cintai. Kembali pada sebuah kedamaian yang menjadi fokus utama ngalur ngidulku kali ini, siapapun pasti akan mengatakan dekat dengan sang khaliq adalah suatu kedamaian, meninggalkan sang khaliq adalah suatu kebodohan yang teramat bodoh untuk seorang hamba seperti aku. Pada suatu masa seorang sahabat menyodorkan pilihannya: “tidak apa-apa ukhti, posisi kita sama, sayapun dulu demikian, semua orang mencintai orang tuanya, tapi ingat Laa To’ata fii makhluk fii ma’siatil Khooliq—ini bukan suatu kesesatan ukhti, tidak ada kesesatan dalam Syahadatain, tidak ada ukhti! Kita memang asing, Islam memang asing, tapi ingat.. berawal Islam itu asing dan akan kembali pada sebuah keterasingan, ukhti ingat semua ini bukan sesat!!”, teringat kembali paras orang yang sangat aku cintai dalam hidupku--Astagfirullaah, tak rela rasanya membiarkan ia menitikkan butiran airmatanya hanya untukku—hanya untuk orang seperti aku, semoga Allah mengampuni ketidakmengertian kami. Mempertahankan sebuah komitmen pribadiku sama saja dengan bunuh diri bagiku—membunuh orang yang sangat aku cintai dalam hidupku, tidak! Kuputuskan aku berhenti ukhti, maaf jika ternyata aku tak berpendirian—maaf jika aku tak bisa mempertahankan pendirianku—maaf jika aku tak bisa berjihad—maaf jika aku termasuk ahlinnaar—aku yakin suatu saat lambat laun ukhti bisa terima keputusan ini, semoga suatu saat kami mendapat hidayah agar aku kembali.
Masa itu selalu kukenang-kenang.., hingga kini. Ingin rasanya mendatangi mereka, bersama mereka, silaturrahmi tanpa menyakiti, ah indah sekali.. masa itu rasanya akan kukenang-kenang lagi.., sampai nanti. Berbeda sekali aku kini dan aku pada masa itu, mengalami suatu kemunduran yang sangat, ku tahu tapi seperti tak mau tahu—ku pahami tapi seolah-olah tak mau memperbaiki, ada apa sebenarnya? Berbicara sangatlah mudah, berkeluh kesah lebih-lebih.. tidakkah sadar sedari awal bahwa waktu tak akan berhenti sejenak saja.. menunggu hidayah jika tetap memilih kegelapan rasanya sama saja, kenapa tidak memilih mati sekalian? Sudahlah.. manusia pada umumnya selalu tidak mau menerima kebenaran karena selalu menganggap diri benar, kekeh pada ego--ego untuk kesalahan, semoga Allah mengampuni keegoan kami. Terus berusaha untuk berbenah diri, kuupayakan agar tidak ada yang tersakiti, selalu kutanamkan dalam hati bahwa semua akan baik-baik saja, tak lupa kuyakini bahwa Rabbi selalu mendampingi—selalu mengampuni, kupastikan aku pasti kembali. Harusnya sebuah janji-sebuah keinginan-angan tidak mesti ditulis-tidak mesti diumbar, tapi semua kuyakini sebagai energi positif untuk sebuah motivasi. Semoga Allah mengampuni......
“Ihdinash shiraathal Mustaqiem, Shiroothallazina an’amta ‘alaihim, Ghairilmaghdu bi ‘alaihim Wa ladhdhoolliin.. Amiin”
Masa itu selalu kukenang-kenang.., hingga kini. Ingin rasanya mendatangi mereka, bersama mereka, silaturrahmi tanpa menyakiti, ah indah sekali.. masa itu rasanya akan kukenang-kenang lagi.., sampai nanti. Berbeda sekali aku kini dan aku pada masa itu, mengalami suatu kemunduran yang sangat, ku tahu tapi seperti tak mau tahu—ku pahami tapi seolah-olah tak mau memperbaiki, ada apa sebenarnya? Berbicara sangatlah mudah, berkeluh kesah lebih-lebih.. tidakkah sadar sedari awal bahwa waktu tak akan berhenti sejenak saja.. menunggu hidayah jika tetap memilih kegelapan rasanya sama saja, kenapa tidak memilih mati sekalian? Sudahlah.. manusia pada umumnya selalu tidak mau menerima kebenaran karena selalu menganggap diri benar, kekeh pada ego--ego untuk kesalahan, semoga Allah mengampuni keegoan kami. Terus berusaha untuk berbenah diri, kuupayakan agar tidak ada yang tersakiti, selalu kutanamkan dalam hati bahwa semua akan baik-baik saja, tak lupa kuyakini bahwa Rabbi selalu mendampingi—selalu mengampuni, kupastikan aku pasti kembali. Harusnya sebuah janji-sebuah keinginan-angan tidak mesti ditulis-tidak mesti diumbar, tapi semua kuyakini sebagai energi positif untuk sebuah motivasi. Semoga Allah mengampuni......
“Ihdinash shiraathal Mustaqiem, Shiroothallazina an’amta ‘alaihim, Ghairilmaghdu bi ‘alaihim Wa ladhdhoolliin.. Amiin”
Sabtu, 17 Juli 2010
RENUNGAN SUCI: BERPIKIR DAN BERSYUKUR
Bismillah Walhamdulillah..
Tak henti-hentinya terlafazkan ungkapan syukur kami kepadaMu Ya Allah.. atas segala kasih yang Engkau beri, seburuk apapun kami.. juga tak pernah lupa salam pada kanjeng Nabi kami, kekasih Allah, yang telah mengajarkan banyak pelajaran pada kami dalam segala hal, pun ibrah dari tiap musibah dalam hidup kami.
Alhamdulillah wa bi idznillah hari ini satu nikmat lagi yang Allah beri untukku, hari ini telah tersempurnakan umurku dan sejujurnya aku malu, sungguh malu pada Allah, begitu banyak kasih yang telah Ia limpahkan padaku seburuk apapun aku.. dan yang tak terkira adalah bahwa aku saat ini disini disisi orang yang sangat aku cintai dalam hidupku, wanita yang sangat cantik secantik hatinya, ibuku yang padaku sayangnya tak terbilang, Alhamdulillah.
... Dalam kegelapan yang pekat aku berdiam, berpikir, bertanya.. Allah tidak pernah bosan melimpahkan kasihnya pada kita? Atau sesekali waktu..., Allah memberikan ujian seberat ini? Dan pada akhirnya sampai juga pada pertanyaan yang beda, apa semua orang diberikan nikmat dan ujian yang sama? Ah, apapun itu harus tetap disyukuri, kalaupun Allah memberi satu atau beberapa ujian, itu harusnya kuyakini sebagai refleksi cintaNya padaku.
... Kembali pada masa yang telah berlalu, yang akhirnya pada hari ini telah ku tertawakan masa itu, hehe.. ada-ada aja aku ini, enyahlah gelisah dan jangan sesali masa lalu! Satu kata jitu untukku “AKU TELAH SEMBUH”. Sungguh, mulai saat ini aku terlahir kembali sebagai manusia baru dengan pikir dan semangat baru, Insya Allah. Teringat satu sms dari seorang sahabat yang mengatakan bahwa “Tiap helai daun yang jatuh sudah tercatat sebagai takdir-Nya. Semua yang Allah beri adalah yang terbaik, meski yang terbaik tak selalu indah di mata manusia, sebab Ia memberi apa yang kita butuhkan lebih dari apa yang kita inginkan, karenanya menjalani hidup, kita akan menjadi kuat jika kita bersandar pada yang maha kuat, Allah!”
Malu sekali aku, malu sekali aku pada Tuhanku. Dan lagi-lagi sms terkirim di nomorku “Hidup bukan untuk hidup, tapi hidup untuk yang maha hidup. Hidup bukan untuk mati, tapi mati itulah untuk hidup, mati bukan akhir tapi awal dari kehidupan yang sebenarnya, Jangan cari mati tapi rindukanlah mati, jangan takut mati karena mati merupakan pintu untuk bertemu dengan Allah”. Subhana Rabbi.. banyak sekali yang sayang padaku, banyak sekali yang ikhlas mengingatkan ke-lupa-anku.. Terima kasih ya Allah..
Hingga tiba pada sebuah do’a: Yaa Rabb.. Berkahilah hidup kami, jadikan kami sebagai hambaMu yang pandai bersyukur dan janganlah Engkau jadikan kami sebagai hambaMu yang kufur.. Allahumma Amin.
Rempung Lombok Timur, 17 Juli 2010
With Love--
Tak henti-hentinya terlafazkan ungkapan syukur kami kepadaMu Ya Allah.. atas segala kasih yang Engkau beri, seburuk apapun kami.. juga tak pernah lupa salam pada kanjeng Nabi kami, kekasih Allah, yang telah mengajarkan banyak pelajaran pada kami dalam segala hal, pun ibrah dari tiap musibah dalam hidup kami.
Alhamdulillah wa bi idznillah hari ini satu nikmat lagi yang Allah beri untukku, hari ini telah tersempurnakan umurku dan sejujurnya aku malu, sungguh malu pada Allah, begitu banyak kasih yang telah Ia limpahkan padaku seburuk apapun aku.. dan yang tak terkira adalah bahwa aku saat ini disini disisi orang yang sangat aku cintai dalam hidupku, wanita yang sangat cantik secantik hatinya, ibuku yang padaku sayangnya tak terbilang, Alhamdulillah.
... Dalam kegelapan yang pekat aku berdiam, berpikir, bertanya.. Allah tidak pernah bosan melimpahkan kasihnya pada kita? Atau sesekali waktu..., Allah memberikan ujian seberat ini? Dan pada akhirnya sampai juga pada pertanyaan yang beda, apa semua orang diberikan nikmat dan ujian yang sama? Ah, apapun itu harus tetap disyukuri, kalaupun Allah memberi satu atau beberapa ujian, itu harusnya kuyakini sebagai refleksi cintaNya padaku.
... Kembali pada masa yang telah berlalu, yang akhirnya pada hari ini telah ku tertawakan masa itu, hehe.. ada-ada aja aku ini, enyahlah gelisah dan jangan sesali masa lalu! Satu kata jitu untukku “AKU TELAH SEMBUH”. Sungguh, mulai saat ini aku terlahir kembali sebagai manusia baru dengan pikir dan semangat baru, Insya Allah. Teringat satu sms dari seorang sahabat yang mengatakan bahwa “Tiap helai daun yang jatuh sudah tercatat sebagai takdir-Nya. Semua yang Allah beri adalah yang terbaik, meski yang terbaik tak selalu indah di mata manusia, sebab Ia memberi apa yang kita butuhkan lebih dari apa yang kita inginkan, karenanya menjalani hidup, kita akan menjadi kuat jika kita bersandar pada yang maha kuat, Allah!”
Malu sekali aku, malu sekali aku pada Tuhanku. Dan lagi-lagi sms terkirim di nomorku “Hidup bukan untuk hidup, tapi hidup untuk yang maha hidup. Hidup bukan untuk mati, tapi mati itulah untuk hidup, mati bukan akhir tapi awal dari kehidupan yang sebenarnya, Jangan cari mati tapi rindukanlah mati, jangan takut mati karena mati merupakan pintu untuk bertemu dengan Allah”. Subhana Rabbi.. banyak sekali yang sayang padaku, banyak sekali yang ikhlas mengingatkan ke-lupa-anku.. Terima kasih ya Allah..
Hingga tiba pada sebuah do’a: Yaa Rabb.. Berkahilah hidup kami, jadikan kami sebagai hambaMu yang pandai bersyukur dan janganlah Engkau jadikan kami sebagai hambaMu yang kufur.. Allahumma Amin.
Rempung Lombok Timur, 17 Juli 2010
With Love--
Langganan:
Postingan (Atom)
SUGENG RAWUH...